Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, Agen IBCBET, Agen Casino Online, 338A, Bola Tangkas

agen bola
Selamat Datang di Agenbolaliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS kami !

Agen Bola – Lima Manager Peraih Trofi Si Kuping Besar Bareng Dua Kesebelasan Berbeda, Nomor Satu Tersukses Sepanjang Sejarah

Agen BolaAgen Bola – Ya, pentas Liga Champions memang bisa dikatakan adalah sebuah turnamen sepakbola antarklub yang paling bergengsi didaratan Benua Biru. Bukan hanya para pesepakbola saja, semua manager yang berkesempatan untuk tampil di turnamen tersebut selalu berusaha mengantarkan tim besutannya menjadi juara.

Carlo Ancelotti dan Bob Paisley pun termuat sebagai manager dengan raihan gelar The Big Ear terbanyak, yaitu sebanyak tiga trofi. Akan tetapi, Paisley yang tutup usia pada 14 Februari 1996 (di usia 77 tahun) itu tidak bisa menirukan pencapaian yang ditorehkan oleh Don Carlo – begitu Carlo Ancelotti disebut -. Pasalnya, sepanjang karier kepelatihannya, pria pemilik nama lengkap Robert Paisley itu hanya menangani satu klub saja, yakni sebagai manager Liverpool. Cerita berbeda di sisi berlawanan, berbarengan dengan empat manager lainnya, Ancelotti terabadikan sebagai pelatih yang pernah memenangkan gelar Liga Champions bareng dua kesebelasan berbeda.

Berikut Lima Manager yang Berhasil Meraih Trofi The Big Ear Bareng Dua Kesebelasan Berbeda: seperti dikupas Agen Bola.

1. Carlo Ancelotti

Agen Bola1Sama-sama tercatat sebagai manager paling berjaya di muka bumi ini lantaran sukses memenangkan tiga gelar juara Liga Champions, Carlo Ancelotti boleh saja berbangga karena berada sedikit di depan dari Bob Paisley. Pasalnya, pelatih asal Italia itu memenangkan gelar juara Liga Champions bareng dua kesebelasan berbeda, yakni bersama AC Milan dan Real Madrid, beda halnya dengan Paisley, pria berdarah Inggris itu mencatatkan prestasinya hanya bersama Liverpool saja.

Carlo memenangkan titel Liga Champions perdananya bareng AC Milan yang terjadi pada musim 2002-2003 silam. Berhadapan dengan Juventus di partai puncak yang berlangsung di Old Trafford, Milan akhirnya keluar sebagai juara setelah menang dengan skor 3-2 melalui drama adu penalti. Empat tahun setelahnya, giliran The Reds – julukan Liverpool – yang menjadi korban kedigdayaan Ancelotti. Tampil di babak final Liga Champions musim 2006-2007 yang berlangsung di Olympic Stadium, Athens, Yunani, lagi-lagi Ancelotti membawa Milan menghempaskan raksasa Premier League tersebut via skor 2-1.

Adapun, pencapaian terakhir Ancelotti dalam memenangkan gelar Liga Champions terjadi bareng Real Madrid di medio 2013-2014. Di partai puncak yang berlangsung di Stadion da Luz, Lisboa, Portugal, Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 4-1 di babak extra time setelah di 90 menit waktu normal hanya mampu bermain 1-1. Akan tetapi, Carlo sudah tidak lagi memiliki kesempatan untuk memperbanyak raihan titel Liga Champions-nya pada edisi 2017-2018 ini. Pasalnya, manager 58 tahun silam tersebut kini tidak terikat dengan klub manapun usai didepak oleh manajemen Bayern Munich pada Semptember lalu.

2. Jupp Heynckes

Agen Bola2Di musim perdananya menangani klub kebanggaan asal Ibu Kota Spanyol, Jupp Heynckes secara mengejutkan sukses mengantarkan Real Madrid keluar sebagai juara di ajang Liga Champions pada musim 1997-1998 setelah di partai puncak yang berlangsung di Amsterdam Arena, Belanda, sukses menaklukkan Juventus via skor 1-0. Kala itu, gol semata wayang Los Blancos dikemas oleh Predrag Mijatovic di menit ke-66.

Sedangkan di medio 2012-2013, manager yang saat ini berusia 72 tahun itu sukses mengantarkan Bayern Munich merajai Eropa usai menghancurkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1 dalam pertandingan final Liga Champions yang berlangsung di Wembley Stadium, London, Inggris. Setelah edisi 2012-2013 rampung, pria pemilik nama lengkap Josef Heynckes itu pun membuat sebuah keputusan untuk menyudahi karier kepelatihannya. Akan tetapi, manager berkebangsaan Jerman itu akhirnya kembali menjadi pemimpin di Allianz Arena tercatat sejak pertengahan Oktober 2017. Perihal tersebut terjadi usai Carlo Ancelotti didepak oleh manajemen klub pada akhir September.

3. Jose Mourinho

Agen Bola3Hanya dengan bermeterikan pemain biasa-biasa saja yang tidak begitu terkenal dan tentunya kalah pamor jika dibandingkan dengan klub-klub elite seperti Juventus, Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Munich, Jose Mourinho mengguncang dunia dengan mengantarkan FC Porto melaju hingga ke babak final di ajang Liga Champions pada musim 2003-2004 silam. Berhadapan dengan team underdog lainnya, AS Monaco, di partai puncak yang berlangsung Arena AufSchalke, Gelsenkirchen, Jerman, Mourinho membawa Porto mengalahkan wakil Prancis tersebut dengan skor 3-0 tanpa balas.

Berselang enam episode kemudian, pelatih pemilik nama lengkap Jose Mario dos Santos Mourinho Felix itu kembali memunculkan dirinya di partai puncak Liga Champions, tetapi kali ini ia berperan sebagai manager Inter Milan. Bermain di babak final Liga Champions musim 2009-2010 yang berlangsung di markas Real Madrid, Estadio Santiago Bernabeu, The Special One – julukan Jose Mourinho – memimpin La Beneamata – julukan Inter Milan – menaklukkan perwakilan kuat Bundesliga, yakni Bayern Munich, dengan skor 2-0. Pada periode itu pula, Inter meraih trable winner pertamanya sepanjang sejarah klub.

4. Ottamar Hitzfeld

Agen Bola4Master, mungkin gelar itu layak disematkan kepada Ottmar Hitzfeld. Mengapa dapat dikatakan demikian? Ya, pelatih yang satu ini memang kerap mengantarkan klub perwakilan Bundesliga bermain di partai puncak Liga Champions. Sebagai contohnya di medio 1996-1997, pelatih yang saat ini berusia 68 tahun itu sukses membawa Borussia Dortmund keluar sebagai kampiun usai menundukkan Juventus dengan skor 3-1 di babak final Liga Champions yang diselenggarakan di Olympic Stadium, Munich, Jerman.

Dan pada musim 2000-2001, manager berdarah Jerman itu juga berhasil mengantarkan Bayern Munich berlaga di babak final. Berhadapan dengan Valencia di laga pamungkas Liga Champions yang berlangsung di markas AC Milan, San Siro, dan bermain hingga 120 menit, skor imbang 1-1 pun didapatkan oleh kedua kesebelasan. FC Hollywood – julukan Bayern Munich – akhirnya menggondol titel The Big Ear usai menang dengan skor 5-4 melalui drama adu penalti atas perwakilan Spanyol yang merupakan lawan mereka.

5. Ernst Happel

Agen Bola5Ya, Ernst Happel sendiri memang bisa dikatakan sebagai palatih jempolan, di mana ia terhitung sukses mengantarkan tiga klub berbeda bermain di partai puncak Liga Champions. Klub-klub yang di bawa oleh sosok yang kini berusia 66 tahun itu unjuk gigi di babak final adalah Feyenoord Rotterdam (1969-1970), serta raksasa Belgia, Club Brugge (1977-1978), dan yang terakhir bersama Hamburger SV pada edisi 1982-1983.

Akan tetapi, pelatih pemilik nama lengkap Ernst Franz Hermann Happel itu hanya mampu mengklaim dua trofi si Kuping Besar dari tiga gelar Liga Champions yang tersedia pada saat itu. Di musim 1969-1970, Happel menahkodai Feyenoord Rotterdam dan menghancurkan Glasgow Celtic dengan skor 2-1 di babak final Liga Champions yang berlangsung di San Siro, Milan, usai melalui babak extra time. Sedangkan di jilid 1982-1983, Hamburger SV menjadi klub kedua yang dibawa oleh pria berpaspor Austria itu menjuarai Liga Champions usai pecundangi Juventus dengan skor 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Wolfgang-Felix Magath pada menit ke-9 di laga yang berlangsung di Olympic Stadium, Athena, Yunani.

Demikian berita dunia sepakbola terkini yang disadur Agen Bola untuk Anda para pecinta si kulit bundar.

© 2017 AGENBOLALIGA Agen Bola Terpercaya di Indonesia - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - Bola Tangkas