Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, Agen IBCBET, Agen Casino Online, 338A, Bola Tangkas

agen bola
Selamat Datang di Agenbolaliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS kami !

Agen Bola – Soccer Pedia : Kesebelasan Pertama yang Menjadi Kampiun di Ajang Liga Champions Walau Tidak Juarai Liga Lokal

Agen Bola6Agen Bola – Ya, sebelum format berganti nama menjadi Liga Champions, dahulu kala Piala menjadi sebuah turnamen yang hanya diperuntukkan kepada klub dengan status sebagai juara di liga lokal saja. Akan tetapi, tertuang dalam catatan sejak edisi 1997-1998, terdapat perubahan regulasi dalam dunia sepakbola. Kala itu, kesebelasan yang bukan berstatus sebagai kampiun atau lebih tepatnya tim yang hanya finis di urutan kedua, ketiga, dan keempat, diperbolehkan bermain di turnamen antarklub Benua Biru paling bergengsi tersebut.

Kini yang menjadi pertanyaannya, kesebelasan mana yang menjadi kampiun untuk kali pertamanya usai terdapat perubahan regulasi dalam dunia sepakbola? Jawabannya adalah klub kebesaran Manchester United yang menjadi kampiun di pentas Liga Champions pada edisi 1998-1999. Setan Merah – julukan Manchester United – berhak untuk tampil di ajang Liga Champions pada musim 1998-1999 sesudah finis di urutan kedua turnamen Premier League musim 1997-1998.

Klub yang memainkan pertandingan kandang di Old Trafford tersebut pun tidak melaju ke babak penyisihan grup secara otomatis. Paul Scholes dan kawan-kawan harus lebih dahulu bermain di babak kualifikasi II melawan perwakilan Polandia, yakni LKS Lodz. Usai bersua di dua leg, klub berjuluk The Red Devils tersebut lolos ke babak penyisihan grup usai menang 2-0 secara agregat.

Lalu di babak penyisihan grup, Manchester Merah pun tergabung satu grup bareng Brondby, Bayern Munich, dan FC Barcelona. Undian tersebut pun dapat dikatakan menjadi sebuah grup neraka bagi keempat klub trsebut dan benar saja, klub yang saat itu berada di bawah pemerintahan pelatih Sir Alex Ferguson harus bekerja keras untuk bisa mengklaim satu tiket untuk tampil di babak delapan besar, di mana kala itu tidak ada babak 32 dan 16 besar.

Usai melewati enam laga di babak penyisihan grup, Manchester Merah pun sukses mengumpulkan 10 poin dengan rincian empat seri dan dua kemenangan. Kala itu, Roy Keane serta kolega mendampingi Die Roten – julukan Bayern Munich – yang berstatus sebagai tim pemuncak grup dengan raihan 11 angka, sebagaimana dikutip Agen Bola.

Di fase perempatfinal, Setan Merah pun dijadwalkan untuk menghadapi Inter Milan. Usai melewati dua leg, klub asal Inggris tersebut menang dengan skor 3-1 secara agregat. Lawan tangguh pun kembali dipertemukan dengan Manchester Merah di babak empat besar, adalah Juventus yang menjadi penantangnya. Si Nyonya Tua merupakan kesebelasan yang dalam tiga edisi sebelumnya selalu melaju ke babak final dalam turnamen ini.

Di pertemuan pertama yang berlangsung di Theater of Dreams, hasil imbang 1-1 pun didapat kedua kesebelasan. Sedangkan kala giliran bermain di Delle Alpi (nama markas Juventus kala itu), klub berjuluk The Red Devils tersebut sempat ketinggalan dua bola terlebih dahulu. Akan tetapi, dengan spirit fantastis dan tidak kenal kata menyerah, mereka sanggup mengejar ketertinggalan yang akhirnya juga sukses membalikkan keadaan sehingga mengakhiri laga dengan kemenangan 3-2, sekaligus melenggang ke partai puncak dengan kemenangan 4-3 secara agregat.

Adapun di babak final, Manchester Merah kembali dipertemukan dengan Bayern Munich, tim yang mereka hadapi di babak penyisihan grup. FC Hollywood mampu unggul 1-0 terlebih dahulu melalui free kick Mario Basler ketika pertandingan baru berusia enam menit. Kala pertandingan di waktu normal sudah hampir berakhir, Manchester United masih juga belum dapat membuat gol penyeimbang.

Dan akhirnya, secara berturut-turut di waktu tambah tiga menit, Manchester United sanggup membalikkan keadaan melalui gol-gol yang disarangkan oleh Teddy Sheringham serta Ole Gunnar Solksjear. The Red Devils – sebutan Manchester United – akhirnya menang dengan skor 2-1 dan memiliki hak untuk mengangkat gelar The Big Ear untuk kedua kalinya dalam sejarah klub, setelah pertama kalinya mereka lakukan pada 1967-1968. Total sebenarnya Manchester United telah meraih tiga gelar Liga Champions, di mana trofi yang ketiga mereka rengkuh pada musim 2007-2008.

Demikian berita dunia sepakbola terupdate yang dirangkum Agen Bola untuk Anda para pecinta si kulit bundar di seluruh belahan dunia.

© 2018 AGENBOLALIGA Agen Bola Terpercaya di Indonesia - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - Bola Tangkas