Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, Agen IBCBET, Agen Casino Online, 338A, Bola Tangkas

agen bola
Selamat Datang di Agenbolaliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS kami !

Agen Bola – Soccer Time : Lima Klub Elite Benua Biru yang Sudah Lama Puasa Trofi Juara, Nomor Lima Telah Absen 56 Tahun

Agen BolaAgen Bola – Ya, setiap turnamen tentu saja mempunyai klub-klub unggulan yang secara stabil menempati posisi empat besar nyaris di setiap musimnya. Sering kali, kesebelasan tersebut bukan hanya mampu tampil secara stabil di posisi The Big Four dalam turnamen lokal, tetapi juga sanggup membangun rivalitas di kompetisi elite antarklub Benua Biru, semisal di turnamen Europa League maupun di pentas Liga Champions.

Namun, lantaran konsentrasi sering kali terbagi di liga domestik dengan kompetisi didaratan Benua Biru, mereka akhirnya selalu gagal menjadi kampiun di liga lokal untuk waktu yang sangat-sangat panjang.

Berikut lima klub elite Benua Biru yang sudah lama tidak menjadi juara di liga domestik: Kami selaku Agen Bola mengupasnya dari beberapa sumber kenamaan Eropa.

1. Inter Milan (Tujuh Tahun Puasa Gelar)

Agen Bola1La Beneamata – julukan Inter Milan – sempat menghebohkan dunia sepakbola karena secara spektakuler mereka pernah meraih gelar scudetto dalam lima musim secara berturut-turut yang terhitung dari 2005 hingga 2010. Akan tetapi, setelah ditinggal oleh Jose Mourinho pada musim panas 2010, penampilan Inter menurun drastis.

Sesudah sukses besar di musim 2009-2010 dengan meraih treble winner, pencapaian terbaik I Nerazzurri – julukan Inter Milan – adalah finis sebagai runner up di pentas Serie-A pada musim 2010-2011. Selepas itu, Yuto Nagatomo dan kawan-kawan kerap finis di luar posisi The Big Four. Akan tetapi, di pentas Serie-A musim 2017-2018 ini, Inter Milan tengah membangun kembali kedigdayaan mereka.

Hingga Serie-A telah memainkan 15 pertandingan, klub elite asal Italia yang bermarkas di Giuseppe Meazza tersebut masih menempati posisi teratas pada papan klasemen sementara dengan raihan 39 angka. Lebih-lebih, dalam 15 laga itu pula, Mauro Icardi dan kawan-kawan tidak terkalahkan dengan catatan meraih 12 kemenangan dan tiga laga lainnya berakhir imbang.

2. Arsenal (Tiga Belas Tahun Puasa Gelar)

Agen Bola2Kala memutuskan untuk berkarier di Emirates Stadium yang terjadi pada tahun 1996 silam, pelatih Arsene Wenger tanpa memberi ampun langsung menghentikan penguasaan Manchester United yang dilatih oleh manager legendaris asal Skotlandia, yakni Sir Alex Ferguson. Terbukti, pelatih berkebangsaan Prancis yang kala itu datang dari Nagoya Grampus Eight tersebut mampu mengantarkan Tim Gudang Peluru – julukan Arsenal – menjadi kampiun dikancah Premier League yang tercatat pada musim 1997-1998, 2001-2002, dan 2003-2004.

Lebih-lebih, di medio 2003-2004 silam, klub raksasa Inggris yang berbasis di London Utara tersebut meraih gelar juara dengan status tanpa menelan satu pun kekalahan dalam 38 pertandingan di pentas Premier League. Akan tetapi, pendirian stadion baru yang diberi nama Emirates Stadium itu pun membuat para petinggi Arsenal menjadi lebih berhati-hati dalam mengeluarkan dana. Dampaknya, Meriam London selalu gagal mendatangkan pemain berkualitas karena mahalnya harga sang pemain yang tidak disanggupi oleh manajemen klub dan akhirnya mereka juga gagal memenangi kejuaraan Premier League sejak saat itu dan sampai sekarang ini. Ketika keuangan mulai membaik dan sukses melabuhkan dua pemain bintang seperti Alexis Sanchez dan Mesut Ozil, Arsenal juga selalu kalah bersaing dengan klub-klub macam Manchester United, Manchester City, dan Chelsea, dalam perburuan gelar juara Premier League.

3. Napoli (Dua Puluh Tujuh Tahun Puasa Gelar)

Agen Bola3Ya, keberuntungan I Partenopei – julukan Napoli – pun langsung berubah sejak Kota Naples kedatangan seorang pesepakbola berlabel bintang dalam diri Diego Maradona yang tercatat pada tahun 1984 silam. Awalnya hanya berstatus sebagai tim ‘kacangan’, Maradona mampu menyulap Napoli menjadi tim tangguh di liga domestik dan bersaing di turnamen Eropa. Terbukti, sejak tim dihuni oleh eks pesepakbola berpaspor Argentina itu yang tercatat dari 1984 hingga 1992, klub yang memainkan pertandingan kandang di Stadio San Paolo itu dua kali keluar sebagai yang terbaik di liga domestik yang tergoreskan pada musim 1986-1987 dan 1989-1990.

Akan tetapi, setelah Maradona meninggalkan klub pada musim panas 1992, Napoli sama sekali tidak lagi pernah menjuarai Serie-A hingga sekarang ini. Bahkan pada awal tahun 2000-an, Napoli sempat terdregadasi ke Serie-C, kasta ketiga sepakbola Italia. Akan tetapi, Gli Azzurri (The Light Blues) – begitu Napoli disebut – telah bangkit dari keterpurukan mereka, khususnya dalam beberapa musim belakangan. Hingga Serie-A memainkan 15 laga, Napoli mampu menempati urutan kedua dengan raihan 38 poin, tertinggal satu angka dari Inter yang berada di posisi teratas.

4. Liverpool (Dua Puluh Tujuh Tahun Puasa Gelar)

Agen Bola4Sejak tahun 1970 sampai pengujung 1980, klub yang berbasis di Merseyside Merah itu merupakan pemegang 11 mahkota Premier League. Koleksi 11 gelar tersebut menjadi yang terbanyak yang pernah ditorehkan oleh klub peserta Premier League pada era tersebut. Akan tetapi, usai menjadi yang terbaik di kompetisi tertinggi Ratu Elizabeth pada edisi 1989-1990 silam, klub berjuluk The Reds tersebut selalu gagal memenangkan mahkota juara Premier League hingga sekarang ini.

Perihal tersebut berarti, sejak kompetisi berubah format yang semula bernama Football League First Division kini menjadi Premier League yang terjadi pada 1992-1993 silam, Si Merah – julukan Liverpool – selalu gagal menjadi yang terbaik dalam turnamen ini. Dampaknya, status peraih trofi Premier League terbanyak pun sekarang bukan atas nama Liverpool lagi. Manchester United menjadi klub peraih gelar Premier League terbanyak dengan koleksi 20 trofi, dan Liverpool berada di tangga kedua dengan raihan 18 trofi.

5. Tottenham Hotspur (Lima Puluh Enam Tahun Puasa Gelar)

Agen BolaSpurs – begitu Tottenham Hotspur disebut – secara mengejutkan mampu bermain mengesankan di ajang Liga champions pada musim 2017-2018 ini. Harry Kane dan kawan-kawan pun sudah dipastikan akan lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan status sebagai juara Grup H meski masih menyisahkan satu pertandingan. Real Madrid yang berada di tangga dua sudah tidak mungkin lagi bisa menggesar Spurs dari singgasana klasemen. Ya, mungkin hampir semua insan pecinta si kulit bundar di dunia ini hanya tahu bahwa Tottenham Hospur baru melambung tinggi ke permukaan dalam satu dekade ke belakang atau lebih tepatnya saat nama Gareth Bale mencuat ke dunia.

Tapi rupanya pada medio 1950 hingga 1960-an, Tottenham Hotspur pernah menjadi juara di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Tepatnya pada 1960-1961, klub yang memainkan laga kandang di White Hart Lane itu menjadi juara usai mengumpulkan 66 poin, lebih banyak delapan angka dari Sheffield Wednesday yang finis di urutan kedua. Tapi selepas itu, klub berjuluk The Lilywhites tersebut sudah tidak pernah lagi menjuarai Premier League hingga sekarang ini. Itu berarti, dengan kata lain Tottenham sudah puasa gelar juara selama 56 tahun.

Demikian berita dunia sepakbola terupdate yang dikilas Agen Bola untuk Anda para penggemar sepakbola di seluruh dunia.

© 2017 AGENBOLALIGA Agen Bola Terpercaya di Indonesia - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - Bola Tangkas