Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, Agen IBCBET, Agen Casino Online, 338A, Bola Tangkas

agen bola
Selamat Datang di Agenbolaliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS kami !

Agen Bola – Soccer Time : Lima Manager Populer yang Kini Tidak Memiliki Klub, Nomor Dua Eks Manager Barca

Agen BolaAgen Bola – Ya, seorang manager memang menjadi figur paling penting dalam sebuah kesebelasan, terutama di dunia sepakbola. Berhasil atau tidaknya sebuah kesebelasan, umumnya ditentukan oleh bagaimana cara setiap sosok manager mengonfigurasikan serta mengasah penampilan terbaik dari anak-anak didiknya.

Akan tetapi, terdapat sederetan manager populer yang kini tidak memiliki ikatan dengan klub manapun alias tengah menganggur. Padahal, karakteristik strategi dari manager-manager yang bakal dikupas di bawah ini benar-benar begitu populer di dunia sepakbola pada zaman modern, hal ini pun telah dibuktikan oleh mereka dengan sederetan gelar yang sudah dimenangkan sebelumnya.

Berikut lima manager dengan kualitas jempolan yang kini tidak memiliki klub, alias menganggur, seperti dikutip Agen Bola.

1. Carlo Ancelotti

Agen BolaBerperan sebagai manager kepala di sebuah tim terhitung sejak tahun 1995 silam. Sejak memutuskan untuk menjadi seorang manager, Carlo Ancelotti sejauh ini sudah berhasil memenangkan 20 gelar juara bersama beberapa klub. Dari 20 trofi tersebut, Ancelotti mencatatkan tiga mahkota Liga Champions di dalamnya. Raihan tiga mahkota Liga Champions dalam perannya sebagai seorang manager pun membuat sosok berkebangsaan Italia itu terhitung sebagai manager paling sukses di dunia bareng Bob Paisley selaku eks manager Liverpool di masa lampau.

Don Carletto – julukan Carlo Ancelotti – saat ini tidak memiliki ikatan dengan klub manapun karena sedang menganggur usai dipecat oleh para petinggi Bayern Munich pada akhir September 2017 lalu atau lebih tepatnya sehari setelah kalah 0-3 di tangan Paris Saint Germain dalam laga lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions. Walau menyandang status dipecat, Ancelotti bukan tidak memiliki peminat. Tim Nasional Italia dan beberapa klub peserta Chinese Super League digadang-gadang siap menggunakan jasa manager yang pernah meraih kesuksesan besar bareng AC Milan itu.

2. Luis Enrique

Agen Bola2Ya, pelatih berpaspor Spanyol ini memang diketahui “gatol” alias gagal total ketika melatih AS Roma, tetapi kemampuannya mulai meningkat ketika memutuskan untuk menjadi manager kepala di kubu Celta de Vigo. Kesuksesan dalam mengantarkan Celta de Vigo tampil di turnamen Europa League setelah finis di posisi enam besar pada klasemen akhir La Liga musim 2013-2014 pun membuat Enrique ditunjuk untuk melatih FC Barcelona pada musim panas 2014 lalu.

Hebatnya, pelatih pemilik nama lengkap Luis Enrique Martinez Garcia itu mampu meraih kesuksesan besar bersama klub berjuluk El Barca tersebut. Dalam kurun waktu tiga tahun masa baktinya di Estadio Camp Nou yang terhitung sejak 2014 hingga 2017, pria yang kini berusia 47 tahun itu mempersembahkan sembilan gelar untuk para fans setia Barcelona. Gelar paling bergengsi yang ditorehkan oleh Enrique adalah mahkota Liga Champions tercatat di periode 2014-2015, setelah Lionel Messi dan kawan-kawan menang 3-1 atas Juventus di laga pamungkas. Enrique sendiri kini tengah menganggur setelah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Barca yang berakhir pada 30 Juni 2017 lalu.

3. Thomas Tuchel

Agen Bola3Ya, memang benar bahwa sosok pelatih berusia 44 tahun ini baru hanya memenangkan satu gelar juara saja bersama Borussia Dortmund selama dua tahun masa kepelatihannya di Signal Iduna Park dan gelar yang diraihnya ialah DFB Pokal. Akan tetapi, prestasi tersebut bisa dikatakan apik, mengingat Marco Reus dan kawan-kawan mesti melakukan persaingan dengan penguasa Jerman, yakni Bayern Munich.

Eks manager Bayern yang kini mengarsiteki Manchester City, Josep Guardiola menyanjung kemahiran Thomas Tuchel dalam meramu taktik. Bahkan, di momen terakhir ketika ingin angkat kaki dari Allianz Arena pada musim panas 2016 ketika kontraknya habis, Pep – sapaan akrab Josep Guardiola – mengusulkan Die Roten – julukan Bayern Munich – untuk mendaulat Thomas Tuchel sebagai penggantinya, namun hal itu tidak dilakukan oleh para petinggi klub karena lebih memilih Carlo Ancelotti sebagai pelatih mereka.

4. Laurent Blanc

Agen Bola4Setelah pensiun sebagai pemain, Laurent Blanc mencoba peruntungannya sebagai seorang pelatih dan menjadikan Girondins de Bordeaux sebagai klub pertama dalam kapasitasnya sebagai pelatih yang terjadi pada musim panas 2007 silam. Secara mengejutkan, Blanc membuat heboh dunia sepakbola setelah sukses membawa Bordeaux menjadi juara League One pada musim 2008-2009 yang merupakan musim keduanya sebagai seorang pelatih. Berselang satu musim kemudian, pelatih berkebangsaan Prancis ini bahkan mampu mengantarkan Les Girondins – julukan Girondins de Bordeaux – melenggang ke babak delapan besar Liga Champions, meski di fase ini mereka akhirnya tersingkir.

Usai berjaya bareng Bordeaux, pria pemilik nama lengkap Laurent Robert Blanc itu pun ditunjuk untuk menukangi Tim Nasional Prancis dan secara luar biasa ia mampu membawa Tim Ayam Jantan melenggang ke babak empat besar pada turnamen Piala Eropa 2012. Usai menanggalkan statusnya sebagai manager Tim Nasional Prancis setelah turnamen Piala Eropa rampung, Blanc mendapat tawaran untuk mengarsiteki Paris Saint German (PSG). Tawaran ini pun tidak ingin di sia-siakan oleh Blanc yang langsung menandatangani kontrak selama tiga musim ke depan (2013-2016).

Dalam durasi tersebut, Blanc berhasil mempersembahkan total 11 gelar juara bagi publik Stade Parc des Princes. Itu artinya, dalam tiga musim masa kepelatihannya, Blanc berhasil meraih trofi League One sebanyak tiga kali secara beruntun. Usai kontraknya yang habis pada musim panas 2016 dan tidak mendapat perpanjangan kontrak baru, manager berusia 52 tahun itu menganggur sampai sekarang.

5. Vitor Pereira

Agen Bola5Ya, nama pria pemilik nama lengkap Vitor Manuel de Oliveira Lopes Pereira ini mungkin memang tidak pernah terdengar di telinga para penikmat si kulit bundar di muka bumi ini. Akan tetapi, di negara kelahirannya, Portugal, terutama di klub FC Porto, nama manager ini selalu di elu-elukan. Tercatat dalam kurun waktu 2011-2013, Vitor Pereira pernah menukangi Porto.

Dalam periode dua tahun tersebut, Vitor Pereira selalu membawa klub berjuluk Do Dragoes tersebut menjuarai Primeira Liga. Bahkan, ia nyaris membawa klub yang bermarkas di Estadio do Dragao tersebut menjadi kampiun di turnamen Piala Super Eropa pada 2011, kalau tidak ditaklukkan oleh FC Barcelona. Kesebelasan terakhir yang dinahkodai oleh Vitor adalah TSV 1860 Munich. Akan tetapi, pelatih yang kini berusia 49 tahun itu tidak berhasil membawa TSV terhindar dari jeratan degradasi yang kala itu berkompetisi di kasta kedua Liga Jerman. Kini, klub sekota Bayern Munich itu tampil di kasta ketiga Liga Jerman setelah terdegradasi pada edisi 2016-2017 lalu.

Demikian berita dunia sepakbola terupdate yang disadur Agen Bola untuk Anda para penggemar sepakbola.

© 2017 AGENBOLALIGA Agen Bola Terpercaya di Indonesia - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - Bola Tangkas