Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, Agen IBCBET, Agen Casino Online, 338A, Bola Tangkas

agen bola
Selamat Datang di Agenbolaliga.info – Agen Bola Terpercaya
Apabila Anda membutuhkan bantuan, silahkan Hubungi CS kami !

Agen Bola – Tiga Pasang Ayah-Anak Yang Menjuarai Liga Champions Bareng Klub Identik, Nomor Dua Tersukses!

Agen BolaAgen Bola – Ya, panggung Liga Champions memang merupakan sebuah turnamen yang hendak diikutsertakan oleh seluruh pemain sepakbola di dunia. Tapi sayangnya, tidak setiap pemain sepakbola yang memiliki kesempatan untuk merasakan bergengsinya turnamen antarklub Benua Biru paling akbar tersebut.

Oleh sebab itu, seorang pesepakbola yang berkesempatan untuk mencicipi panasnya turnamen Liga Champions pasti bakal mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Bahkan, terdapat sesosok pesepakbola yang semasa kariernya sanggup memenangi juara Liga Champions sebanyak enam kali. Sebelum berganti format yang mana masih disebut Piala Champions, Francisco Gento menjadi sosok yang pernah mengantarkan Real Madrid menjuarai turnamen sepakbola paling bergengsi antarklub Eropa tersebut sebanyak enam kali.

Tapi, bila dikisahkan oleh ayah dan anak yang pernah menjadi kampiun di ajang Liga Champions, tentu saja jawabannya bukan Gento. Setidaknya terdapat sebanyak tiga pasang ayah dan anak yang sanggup merengkuh gelar juara The Big Ear. Yang lebih uniknya lagi, kesebelasan yang diperkuat oleh sang ayah saat memenangi gelar Liga Champions juga diperkuat oleh sang anak dan hasilnya juga sama!

Berikut Tiga Pasang Ayah dan Anak Menjuarai Liga Champions Bareng Klub Identik, seperti dimuat Agen Bola.

1. Carles Busquets Barroso (ayah) dan Sergio Busquets (anak)

Agen Bola1Carles sukses mengantarkan FC Barcelona menjadi kampiun di ajang Liga Champions pada musim 1991-1992 usai di partai puncak mereka menaklukkan Sampdoris dengan skor 1-0. Akan tetapi, pria berusia 50 tahun yang berperan sebagai kiper itu tidak ikut terlibat dalam pertandingan tersebut lantaran ia hanya menjadi bayang-bayang dalam diri Andoni Zubizaretta.

Adapun, Sergio Busquets memenangi gelar Liga Champions bersama Barcelona pada musim 2008-2009, musim 2010-2011, dan edisi 2014-2015. Dalam ketiga pertandingan pamungkas itu, gelandang jangkar 29 tahun silam tersebut selalu tampil penuh. Di edisi 2008-2009, klub berjuluk Los Blaugrana tersebut mengalahkan Manchester United dengan skor 2-0, dilanjutkan pada musim 2010-2011, lagi-lagi Setan Merah yang kembali menjadi korban keganasan Lionel Messi dan kawan-kawan via skor 3-1, dan pada periode 2014-2015, Sergio serta kolega kembali mengantarkan Barca menjuarai Liga Champions setelah di partai puncak menang 3-1 atas Juventus.

2. Cesare Maldini (ayah) dan Paolo Maldini (anak)

Agen Bola2Ya, keluarga Maldini memang bisa dikatakan jauh lebih unggul daripada Sanchis. Apabila dijumlahkan, marga Maldini tercatat sukses merengkuh enam gelar juara Liga Champions, yang mana lima trofi diraih oleh Paolo Maldini, sementara satu gelar juara lainnya tercatat atas nama Cesare Maldini.

Cesare sendiri memenangkan titel The Big Ear bersama AC Milan pada musim 1962-1963. Sepanjang periode tersebut, Cesare selalu bermain dalam sembilan pertandingan yang dilakoni oleh Milan di pentas Liga Champions pada saat itu. Cesare yang semasa aktif bermain sepakbola berposisi sebagai defender itu juga memiliki andil besar dalam menutup ruang ujung tombak Benfica, Eusebio, pada laga pamungkas. Hasilnya, I Rossoneri menang dengan skor 2-1.

Sedangkan Paolo Maldini menuai pencapaian fantastis dengan merengkuh enam gelar Liga Champions. Di edisi 1988-1989, AC Milan menaklukkan Steaua Bucuresti dengan skor 4-0 di babak final, dilanjutkan pada musim berikutnya (1989-1990 Benfica 1-0), 1993-1994 mempecundangi Barcelona dengan skor 4-0, 2002-2003 giliran Juventus yang menjadi korban Paolo dan kawan-kawan via kedudukan 3-2, dan pada musim 2006-2007 silam, Milan menang tipis 2-1 atas Liverpool.

Paolo sejatinya turut menyumbang sebiji gol pada partai puncak Liga Champions musim 2004-2005 silam. Tapi sayangnya, kala itu Milan harus puas menjadi finalis usai kalah di tangan Liverpool melalui drama adu penalti.

3. Manuel Sanchis Martinez (ayah) dan Manolo Sanchis Hontiyuelo (anak)

Agen Bola3Manuel Sanchis Martinez sukses mengantarkan Real Madrid menjadi kampiun di panggung Liga Champions pada musim 1965-1966. Bermain sebagai centre-back, Manuel Sanchis Martinez tampil solid sehingga El Real mampu menundukkan Partizan dengan skor 2-1 di babak final. Sepanjang periode itu pula, pria berpaspor Spanyol itu bermain dalam delapan partai.

Kesuksesan pria yang kini berusia 79 tahun itu pun diikuti oleh Manolo Sanchis Hontiyuelo selaku anak sang legendaris. Sang anak justru sedikit lebih unggul dari sang ayah dengan mengantarkan Los Blancos – julukan Real Madrid – memenangkan trofi Si Kuping Besar sebanyak dua kali yang tercatat pada medio 1997-1998 serta 1999-2000. Tidak berbeda dengan sang ayah, mantan pemain Madrid yang kini berusia 52 tahun itu juga berposisi di lini belakang.

Yang menjadi perbedaan keduanya adalah, Sanchis Junior merupakan kapten ketika Los Galacticos menghempaskan Juventus via skor 1-0 di partai puncak Liga Champions edisi 1997-1998. Sedangkan di medio 1999-2000, Sanchis Junior tidak ikut terlibat ketika klub kebanggaan Ibu Kota Spanyol tersebut mengandaskan Valencia dengan skor 3-0 di babak final Liga Champions. Pasalnya, kala itu ia sedang dibekap cedera sehingga tidak memungkinkan bagi dirinya untuk tampil di laga tersebut.

Demikian berita dunia sepakbola terupdate yang dikilas Agen Bola untuk Anda para mania sepakbola.

© 2017 AGENBOLALIGA Agen Bola Terpercaya di Indonesia - Agen SBOBET - Agen IBCBET - 338A - Bola Tangkas